Space Iklan
PORTAL AMPANA- Front rakyat menggugat (FRM) Kabupaten Tojo Una Una Pagi tadi Kamis (09/03) sekitar Jam 10.30 Wita melaksanakan Aksi Damai di kantor DPRD Touna,.
Aksi unjuk rasa ini dipimpin olej Safrin Longku dan Rusli selaku Korlap dan bertindak sebagai orator Aksa, dengan jumlah massa sekitar 25 (dua puluh lima) orang, titik kumpul Massa aksi di Jl. Tadulako Kelurahan Ampana.
massa aksi menuju ke kantor DPRD Tojo Una Una Jl. Merdeka Kelurahan Uemalingku Kecamatan Ratolindo dengan pengawalan Patwal Satuan Lalulintas
Pada jam 11.00 Wita massa aksi melaksanakan orasi di depan Kantor DPRD Touna dengan tututan yakni Mendesak DPRD Touna agar segera menindak lanjuti dan meninjau proyek-proyek yang bermasalah, Mendesak kepada pemerintah daerah dalam hal ini kepada lembaga-lembaga terkait agar memeriksa secara baik dan mengaudit para Tikus-Tikus proyek yang nakal, Mendesak kepada pihak Polres dan kejaksaan agar menindak lanjuti dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para kontraktor yang nakal
Beberapa Perwakilan dari front rakyat menggugat menyampaikan tuntutan terkait permasalahan yang terjadi di Kabupaten Touna mengenai pengerjaan proyek pembangunan oleh kontraktor, pemberdayaan masyarakat dan regulasi peraturan bentor yang beroperasi di Kabupaten Touna serta permasalahan rotasi pegawai di lingkup pemda Kabupaten Touna.
Salah satu Korlap Rusli Patundu mengungkapkan bahwa aksi kami hari ini adalah sikap ketidak puasan terhadap pengawasan DPRD Touna terhadap sejumlah pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh para kontraktor.
"Misalnya proyek pembangunan jalan Desa Lebiti yang di duga kuat berbau Korupsi dengan anggaran kurang lebih 1,5 Milyaran rupiah yang kami anggap pekerjaannya tidak beres alias tidak sesuai juknis."Lanjut Rusli Kami akan ungkap semua persoalan kasus ketidak beresan sejumlah pekerjaan tahun 2016 .Dan kami minta DPRD agar segera lakukan hearing kontraktor,pengawas, dan dinas terkait,t" egasnya.
Kemudian salah satu perwakilan massa aksi Syafrin Longku juga sampaikan bahwa di dusun Kajuow desa Sansarino ada pembangunan jalan yang di anggarkan sebanyak 2 kali dengan anggaran milyaran rupiah."Ia meminta agar DPR segera turun memantau ke wilayah tersebut.
"Kemudian masalah pemberdayaan Masyarakat agar dapat di lakukan maksimal."Safrin katakan ini adalah kritikan pedas yang menurut kami pemerintah dan DPRD masih tidur melihat sejumlah persoalan yang terjadi dilapangan ,tegasnya.
Sementara itu menjawab kritikan dari para pengunjuk rasa ketua DPRD Touna Gusnar mengatakan bahwa saat ini pihak DPRD sedang melakukan reses dan ini salah satu bentuk pengawasan.
"Mengenai jalan desa Lebiti ia menyarankan untuk terus di dorong jika memang ada temuan dan kita akan segera memanggil pihak terkait." ujar Gusnar.
Turut hadir dalam k ruang dengar pendapat Ketua DPRD Touna, Sekian Haerul ah Willa, , Kabag Ops, Kasat Intelkam, Danramil Ampana Kota, Kapolsek Ampana Kota, Kasiwas Polres Touna, Kasat Binmas,.