Modus Buka Lahan Kelapa , PT TRC DiSinyalir Babat Kayu di Hutan Sabo.
Redaksi
Last Updated
2021-10-03T04:50:36Z
Premium By
Raushan Design With
Shroff Templates
Space Iklan
PORTAL AMPANA - puluhan warga desa Sabo Kecamatan Ampana Tete Rabu siang (22/3) memblokir jalan Kantong produksi sebagai jalur utama angkutan Kayu yang diduga hasil penebangan liar yang dilakukan oleh PT Touna Raya Coconut. (TRC).
Aksi ini terpaksa harus dilakukan Warga karena mereka kecewa dengan sikap Kepala desa SABO ( MH) yang terkesan Tertutup atas beroperasi nya proyek Kelapa Dalam sebesar hampir 3000 Hektare yang di olah oleh perusahaan PT Saraswati.
Menurut kepala BPD desa bahwa Kepala desa Sabo Muhidin lintobu telah membuat kesepakatan dengan pihak perusahaan PT TRC untuk membuka Tempat Penampungan Kayu (TPK) tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat.
" tiba tiba beliau kepala desa sudah membawa surat keputusan seakan akan telah ada pertemuan kesepakatan antara Masyarakat desa Sabo dan pihak perusahaan PT TRC yang di dalamnya ada sembilan poin keputusan, padahal tidak ada pertemuan atau sosialisasi sama sekali terhadap masyarakat " ungkap BPD Desa Sabo saat ditemui Metrosulawesi dilokasi dekat TPK.
Ia menjelaskan karena telah dibangun TPK ini Warga menjadi kaget, sehingga mereka terpaksa harus memblokir akses jalan ke tempat lokasi yang akan dijadikan penampungan kayu.
" memang disini secara bertahap oleh PT Saraswati akan dibangun perkebunan Kelapa dalam hampir 3000 Hektar, namun dalam pembukaan perkebunan ini telah terjadi penebangan Kayu Hutan, dan pada tahun lalu kami sudah laporkan ke Polda bersama bukti Foto foto tumpukan kayu tapi sampai saat ini kasus ini belum juga terselesaikan " ungkap BPS
Warga lain YT yang juga ikut bicara mengatakan diduga perusahaan-perusahaan itu juga meminta izin untuk alih fungsi hutan.

" Hutan tersebut akan ditanami pohon kelapa dalam, Namun bisa saja hutan yang dipilih adalah hutan yang masih produktif.
Jadi setelah izinnya keluar, mereka tebang kayunya, diambil. Jadi itu modus untuk ambil kayu," kata YT yang enggan disebutkan namanya.
Candra, Kontraktor asal Palu pemilik Alat Berat PT Touna Raya Coconut asal saat di temui metro SULAWESI langsung di lokasi kejadian mengatakan bahwa pihaknya sebagai kontraktor tugasnya mengerjakan lokasi proyek penanaman sekaligus pembukaan Lahan untuk perkebunan Kelapa Oleh PT Saraswati.
" kalo untuk tahap awal ini kita baru buka untuk lokasi penanaman sekitar 300 Hektar, memang ada Clearing dan kayunya di manfaatkan, dan ini sudah ada izinnya dari kementerian " ujar candra.
Selain itu candra menjelaskan dari hasil Clearing pembukaan lahan perkebunan kelapa ini kayu kayu tersebut dimanfaatkan dan dibawa ke palu dalam bentuk Lok .
Sebagai Kontraktor Saat ditanya kenapa warga memblokir jalan tersebut Candra mengatakan dia juga baru mendengar ada kesalah fahaman antara warga desa dan kepala desa Sabo. Dia juga mengaku dalam pembukaan proyek bahwa segala administrasi sudah tuntas dengan masyarakat setempat melalui kepala desa .
" Sebelumnya memang telah ada pertemuan dengan masyarakat pada Pembukaan awal 3 Tahun Sebelumya, , dan kita pikir semua administrasi sudah tuntas, karena Kades nya kemarin mengatakan semuanya sudah " CLEAR" nanti sudah ada kejadian seperti ini baru kita akan bicarakan kembali dengan pak Kades " katanya.
Candra juga menjelaskan bahwa PT TRC adalah kontraktor dan adalah anak perusahaan dari PT Saraswati sebagai PMA nya atau Pabrik kelapanya yang terletak di desa Mantangisi Kecamatan Ampana Tete.
" Ada dua perusahaan yang bergerak disini yaitu PT TRC sebagai Kontraktor nya khusus menangani kebun, dan PT Saraswati sebagai PMA atau pengolah pabrik kelapanya, " jelas candra. ( HW)
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE