Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Warga Sabo Gagalkan Ilegal Loging

Redaksi
26 March 2017
Last Updated 2021-10-03T04:50:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Space Iklan
Ampana, Metrosulawesi - Dalam aksi lanjutan nya  Minggu (26/3) siang Puluhan warga Desa sabo Kecamatan Ampana Tete berhasil menggagalkan proses pengiriman kayu dalam Bentuk LOG oleh PT Touna Raya Coconut ( TRC) yang di tampung di salah satu Tempat Penampungan Kayu ( TPK) dibagian Timur desa Sabo.

Pantauan media ini langsung dilokasi kejadian warga yang turun kali ini terlihat cukup banyak.terdiri daripada Tokoh Masyarakat,  pemuda desa bahkan ibu ibu dan anak juga ikut dengan mengendarai motor.

Masyarakat Sabo datang ke lokasi dengan mengendarai Dua buah Truk dan sebagian lainnya menggunakan kendaraan Roda dua.

Sebelumya warga tidak mengira kalau ada TPK baru yang digunakan oleh PT TRC untuk menampung kayu siap kirim karena sebelumnya mereka telah memblokir TPK sebelumnya beberapa hari yang lalu..

Dilokasi TPK  warga menemukan di TKP dua buah Truk Tronton 12 Roda  warna HIJAU sedang melakukan aktifitas muatan ,  satu Truk Tronton pengangkut kayu dari hutan serta Hampir 30 Batang Kayu LOG. 



" rencana minggu siang ini kami bersama puluhan masyarakat Sabo sekitar 80 orang ini untuk menuju ke Lokasi proyek di tempat penimbunan kayu atau langsung dilokasi penebangan,  dan ternyata secara diam diam sudah ada kayu di turunkan di TPK yang baru dan lokasinya tak jauh dari TPK yang telah kami Blokir sebelumnya . " ujar Basri Ketua Badan Pemberdayaan Desa ( BPD)  Sabo di lokasi kejadian kepada metro sulawesi.

Dalam aksinnya kali ini kepala BPD menjelaskan Puluhan warga Sabo dalam melakukan penggebrekan nyaris bentrok dengan petugas kepolisian yang sebelumnya sudah berada dilokasi kejadian saat kayu kayu tersebut akan diangkut dengan menggunakan dua buah Truk Tronton warna Hijau.

 " semua kayu tersebut warga ancam jangan di muat,  karena belum ada kesepakatan antara kepala desa yang terkesan Tertutup kepada masyarakat desa disini atas beroperasi nya Perusahaan kelapa dalam yang ternyata kami lihat hanya beroperasi kayu saja"  jelasnya

Di lokasi kejadian   Kapolsek Ampana Tete Triyanto bersama anggota Polsek Ampana Kota berupaya  mengamankan warga yang turun kelokasi,  sebagian warga mengancam dan menyuruh sopir truk Tronton untuk segera meninggalkan lokasi.

" fungsi dan Tugas saya datang kemari untuk menjaga keamanan,  saya mendapat informasi itu makanya saya turun, ini persoalan dapat kita bicarakan,  kalian punya perwakilan,  dan kita turun kemari punya dasar kalau bapak merasa keberatan salurkan aspirasi " ujar Kapolsek.

Namun, bukan itu yang menjadi tuntutan warga   warga hanya meminta janji dari kontraktor PT TRC yang mengatakan untuk menghentikan sementara aktifitas pekerjaan proyek tersebut sambil menunggu  ada pertemuan dengan kepala desa tentang pembuatan TPK sebelumnya.

" hari rabu kemarin dilokasi TPK waktu aksi hari Rabu kemarin  Pak Candra mengatakan  akan menghentikan kegiatan sementara,  dan akan mengadakan pertemuan dengan warga agar persoalan ini tuntas tapi toh kenapa hari ini ada lagi aktifitas pengangkutan kayu bahkan dengan dua buah Tronton dan di lokasi TPK yg berbeda,  kalau aktifitas kayu ini ini tidak di hentikan warga Sabo terancam Tenggelam,  karena kayu di hutan habis terbabat  " tegas Ketua BPD.

Memang sebelumnya Candra,  Kontraktor asal Palu pemilik Alat Berat  PT Touna Raya Coconut asal  saat di temui metro SULAWESI langsung di lokasi kejadian pada aksi Rabu (22/3) se belum nya mengatakan bahwa pihaknya sebagai kontraktor tugasnya mengerjakan lokasi proyek  penanaman sekaligus pembukaan Lahan untuk perkebunan Kelapa Oleh PT Saraswati.

Sebelumnya memang telah ada pertemuan dengan masyarakat pada Pembukaan awal 3 Tahun Sebelumya,  ,  dan kita pikir semua administrasi sudah tuntas, karena Kades nya kemarin mengatakan semuanya sudah " CLEAR" nanti sudah ada kejadian seperti ini  baru kita akan bicarakan kembali dengan pak Kades " kata candra saat itu

Pantauan media ini usai aksi pencegahan pemuatan sekaligus pengiriman kayu dilokasi TPK WARGA Langsung menggelar pertemuan di kantor Kepala Desa Sabo siang itu juga, Namun menurut keterangan beberapa warga dalam pertemuan itu Kepala desa Sabo Muhidin lintobu terkesan sengaja tidak mau hadir tanpa alasan yang jelas.

Dalam pertemuan siang itu turut hadir Kasat Reskrim touna AKP Simon Yana Putra  SIK bersama tim RESKRIM Polres Touna ,  anggota TNI,  kapolsek dan nggota Polsek Ampana Tete,  serta Ratusan masyarakat Sabo.  (HW)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Berita