Space Iklan
JAKARTA, Dilansir dari suaramerdeka.com Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menegaskan, warga negara Indonesia yang Pancasilais tentu siap memaklumkan perang terhadap terorisme dan radikalisme. Apalagi, pemerintah memastikan kehadirannya dalam upaya mewujudkan ketertiban.
“Masyarakat Indonesia siapa pun harus berani menentukan sikap siapa kawan siapa lawan. Khususnya terhadap perorangan, kelompok/golongan yang ingin mengacak-acak kesejukan masyarakat Indonesia dan yang ingin mengganti Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Kebhinekaan Indonesia,” kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Minggu (4/6).
Menurutnya, pemerintah pasti hadir dalam upaya mewujudkan ketertiban dan kedamaian di semua sektor. Selain itu, deteksi dini akan lebih ditingkatkan di setiap sudut.
“Elemen-elemen masyarakat harus mendukung Kepolisian RI dan aparat keamanan. Terutama untuk menuntaskan masalah trorisme dan radikalisme di Indonesia,” ujarnya.
Tjahjo menambahkan, terorisme dan radikalisme adalah tantangan bangsa. Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa untuk memerangi kedua hal tersebut.
“Terorisme yang berakar dari kebencian, cemburu, iri dan dengki terhadap suku, agama ras, antar kelas dan golongan ini sangat destruktif. Hal ini pun jelas bertentangan dengan Pancasila dan ajaran agama mana pun,” tandasnya.
Menurut Tjahjo, langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melarang ujaran kebencian tersebut. Dia juga mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat untuk memberantas tuntas terorisme dan radikalisme serta ujaran kebencian yang berbasis SARA.
(Saktia Andri Susilo/CN40/SM Network)
“Masyarakat Indonesia siapa pun harus berani menentukan sikap siapa kawan siapa lawan. Khususnya terhadap perorangan, kelompok/golongan yang ingin mengacak-acak kesejukan masyarakat Indonesia dan yang ingin mengganti Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Kebhinekaan Indonesia,” kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Minggu (4/6).
Menurutnya, pemerintah pasti hadir dalam upaya mewujudkan ketertiban dan kedamaian di semua sektor. Selain itu, deteksi dini akan lebih ditingkatkan di setiap sudut.
“Elemen-elemen masyarakat harus mendukung Kepolisian RI dan aparat keamanan. Terutama untuk menuntaskan masalah trorisme dan radikalisme di Indonesia,” ujarnya.
Tjahjo menambahkan, terorisme dan radikalisme adalah tantangan bangsa. Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa untuk memerangi kedua hal tersebut.
“Terorisme yang berakar dari kebencian, cemburu, iri dan dengki terhadap suku, agama ras, antar kelas dan golongan ini sangat destruktif. Hal ini pun jelas bertentangan dengan Pancasila dan ajaran agama mana pun,” tandasnya.
Menurut Tjahjo, langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melarang ujaran kebencian tersebut. Dia juga mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat untuk memberantas tuntas terorisme dan radikalisme serta ujaran kebencian yang berbasis SARA.
(Saktia Andri Susilo/CN40/SM Network)