Space Iklan
Maros. Portalampananews.com - Ganteng-ganteng dan parlente pedagang asongan, itulah mungkin kata yang pas untuk sosok yang satu ini. Hardi (14) salah seorang pedagang asongan yang biasa ditemui di area Taman Wisata Bantimurung Maros Sulawesi Selatan.
Lahir di kalangan keluarga petani, 12 Desember 2004. Sosok Hardi adalah siswa SMPN 15 Simbang Maros.
Jalani pekerjaan itu jadi pedagang asongan sejak usia lima tahun, yang unik dari penampilannya adalah konsep pakaian yang ia kenakan masih saja konsisten sejak pertama dia berjualan.
Ditambah dengan wajah rupawan dan sikapnya yang ramah, menjadikan daya pikat untuk setiap pelanggan saat dia menjajakan barang dagangan, berupa souvenir khas Bantimurung.
Setiap hari saat pulang sekolah, siswa SMPN 15 Simbang berangkat dari rumahnya di desa Jene'tesa Kecamata Simbang ke Taman Wisata Batimurung, namun dihari libur ia biasa mulai berjualan lebih cepat yaitu pukul 09.00 - 17.30.
Ditemui, Minggu (8/7/2018), dijelaskan soal bagi waktu waktunya antara jualan dan bermain. Pemuda usia 14 tahun ini mengatakan hanya bisa bermain dengan teman-teman saat di sekolah.
alau sudah pulang harus berangkat membantu ibu untuk jual asongan, kalau diberi waktu untuk libur biasanya ketempat wisata lain dengan teman saya" ujar si pecinta film romantis itu.
Apa yang ia tekuni selama ini adalah hal patut ia syukuri. Karena selain tidak mengganggu aktivitasnya sebagai seorang pelajar dia juga bisa membantu keluarga yang tidak lain sebagai motivatornya.
Disisi lain dia juga bisa memenuhi kebutuhan pribadi, dia juga mengaku dengan berjualan asongan membuatnya lebih percaya diri terlebih jika sedang bertransaksi dengan turis-turis mancanegara. tegasnya.
Disaat berkeliling menjajakan dagangannya ada dua jenis jajanan ditawarkan yaitu manisan manga yang biasa ia jual dengan harga Rp. 3.000, - dan rujak buah dengan Rp10.000,- perbungkusnya.
Jika diperhatikan sebenarnya apa yag ia jual bukan sesuatu yang istimewa malah sering kita lihat hampir disetiap tempat jajanan itu sering kita temui apalagi tempat ramai seperti tempat wisata Bantimurung.
Tapi siapa sangka dengan gayanya yang super kece ditambah wajah rupawan serta sikapnya yang ramah ia bisa menghasilkan sampai 700.000 rupiah perharinya dengan dua jenis dagangannya itu.
Sosok hardi merupakam satu dari sekian sosok teladan yang ada di antara kita. Jika anak-anak kekinian lebih suka keluyuran tidak jelas.
Dia lebih memilih mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat salah satunya dengan berjualan untuk membantu keluarganya.
Laporan : Muh Faisal Fattah
Citizen Reporter Mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros (UMMA)
Lahir di kalangan keluarga petani, 12 Desember 2004. Sosok Hardi adalah siswa SMPN 15 Simbang Maros.
Jalani pekerjaan itu jadi pedagang asongan sejak usia lima tahun, yang unik dari penampilannya adalah konsep pakaian yang ia kenakan masih saja konsisten sejak pertama dia berjualan.
Ditambah dengan wajah rupawan dan sikapnya yang ramah, menjadikan daya pikat untuk setiap pelanggan saat dia menjajakan barang dagangan, berupa souvenir khas Bantimurung.
Setiap hari saat pulang sekolah, siswa SMPN 15 Simbang berangkat dari rumahnya di desa Jene'tesa Kecamata Simbang ke Taman Wisata Batimurung, namun dihari libur ia biasa mulai berjualan lebih cepat yaitu pukul 09.00 - 17.30.
Ditemui, Minggu (8/7/2018), dijelaskan soal bagi waktu waktunya antara jualan dan bermain. Pemuda usia 14 tahun ini mengatakan hanya bisa bermain dengan teman-teman saat di sekolah.
alau sudah pulang harus berangkat membantu ibu untuk jual asongan, kalau diberi waktu untuk libur biasanya ketempat wisata lain dengan teman saya" ujar si pecinta film romantis itu.
Apa yang ia tekuni selama ini adalah hal patut ia syukuri. Karena selain tidak mengganggu aktivitasnya sebagai seorang pelajar dia juga bisa membantu keluarga yang tidak lain sebagai motivatornya.
Disisi lain dia juga bisa memenuhi kebutuhan pribadi, dia juga mengaku dengan berjualan asongan membuatnya lebih percaya diri terlebih jika sedang bertransaksi dengan turis-turis mancanegara. tegasnya.
Disaat berkeliling menjajakan dagangannya ada dua jenis jajanan ditawarkan yaitu manisan manga yang biasa ia jual dengan harga Rp. 3.000, - dan rujak buah dengan Rp10.000,- perbungkusnya.
Jika diperhatikan sebenarnya apa yag ia jual bukan sesuatu yang istimewa malah sering kita lihat hampir disetiap tempat jajanan itu sering kita temui apalagi tempat ramai seperti tempat wisata Bantimurung.
Tapi siapa sangka dengan gayanya yang super kece ditambah wajah rupawan serta sikapnya yang ramah ia bisa menghasilkan sampai 700.000 rupiah perharinya dengan dua jenis dagangannya itu.
Sosok hardi merupakam satu dari sekian sosok teladan yang ada di antara kita. Jika anak-anak kekinian lebih suka keluyuran tidak jelas.
Dia lebih memilih mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat salah satunya dengan berjualan untuk membantu keluarganya.
Laporan : Muh Faisal Fattah
Citizen Reporter Mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros (UMMA)