Space Iklan
Ampana,portalampananews.com- – Aksi demonstran yang mengatasnamakan Fron Pemuda Tojo Uauna senin (24/7 ) melakukan unjuk rasa di depan Bandara Tanjung Api Ampana menolak kunjungan Mentri Pertanian Republik Indonesia Dr Andi Arman Sulaiman karena tidak memiliki konsep dan gagasan tentang pertanian.
"Akibatnya pertanian nasional hancur dan masyarakat petani melarat bahkan mentri pertanian mereka menilai gagal " tegas Moh. Firda Husain SH selaku Koordinator Fron Pemuda Tojo Unauna.
Demikian pula orasi yang disampaikan oleh Moh Aksa Patundu bahwa kebijakan pemerintah pusat dalam kurun waktu empat tahun terakhir terakhir ini cenderung mengabaikan kebijakan kebijakan yang berorentasi kepada kepentingan kepentingan ekonomi yang tidak berpihak kpada rakyat .
"pemerintah pusat lebih mementingkan kepetingan pembangunan infrastuktur dan terdapat banyak kebocoran anggaran yang disinyalir di korupsi para pejabat ." ucap Aksa dalam orasinya
Tidak hanya itu Aksa juga menyoroti soal kesejahteraan petani du Touna masih jauh dari harapan akibat kebijakan dari pemerintah pusat disektor pertanian khusus komoditi jagung dan tidak pernah ada keberpihakan kepada petani jagung.
"Akibatnya harga jagung anjlok masyarakat petani miskin dan tidak ada yang bisa dibanggakan oleh pemerintah saat ini . Kami melakukan aksi ini karena kami tidak bisa bertemu langsung dengan mentri apalagi dengan presiden olehnya kami meminta kepada mentri pertanian republik indonesia untuk mendegarkan aspirasi kami untuk disampaikan kepada presiden." tegas para orator yang saat itu melihat menteri pertanian melintas didepan pintu bandara
Aksi Demonstran yang berlangsung di depan bandara ini mendapat pengawalan polisi bersenjata aman dan terkendali sehingga para pejabat VIP termasuk mentri yang keluar dari bandara tidak terhalangi dengan orasi orasi yang disampaikan para Demonstran . (SHI)