Space Iklan
Ampana,Portalampananews.com - Sebelumnya menurut data dari provinsi Sulawesi Tengah konon katanya tingkat anak putus sekolah di Kabupaten Tojo una Una pada tahun 2017 ada kurang lebih 10.000 Orang berdasarkan data BPS sehingga itu menjadi penyebab.
Dan ternyata itu tidak benar sama sekali tegas Alimudin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tojo Unauna saat dikonfirmasi Rabu (13/2).
Lebih lanjut Alimudin Mohamad Kadispora Touna kepada portal Ampna kemarin saat ditemui di kantornya menjelakan berbicara masalah anak putus sekolah berarti bicara soal Index Pembangunan manusia (IPM).
" karena presentase yang menyebakan Kabupaten Touna terendah merosot bahkan sampai di 13 Kabupaten Kota itu benar dan sudah di sampaikan oleh Bapeda" jelas kadis
"Tetapi untuk saat ini kita sangat baik naik digit lagi lewat upaya yg telah dilakukan untuk pengentasan kemiskinan" Tambahnya lagi
Alimudin menegaskan berdasarkan data Dinas Pendidikan setelah menurunkan tim di 12 Kecamatan melalui korwil bekerja sama dengan capil ternyata hanya ada 1.200 orang anak yg putus sekolah.
"dan sesuai umur dan jenjangnya dan semuanya data ril di lapangan sudah ada di Bapeda" Terangnya
Makanya kata Alimudin bnyak juga yg belum memahami soal IPM pendidikan itu, orang yg putus sekolah sebetulnya tidak hanya tanggungjawab dinas pendidikan.
"contoh misalkan dia putus sekolah karena kemungkinan saja tdk sehat/ sakit itu ada tanggungjawab dinas Kesehatan yg kedua bisa saja kendala infrastruktur akses jalan jembatan dan lain lain itu ada dinas PU , dan yg ketiga kemiskinan ada di Sosial" Terang Alimudin
Menurut Kadis Dikpora Tanggung jawab Dinas pendidikan menyiapkan infrastruktur Sekolah ada juga Dana bosda bospus ada PIP dan lain lain .
"Untuk Touna semua tersedia sampai ketingkat dusun kita ada sekolah ." Tandasnya (SHi)