Ampana,Kabarmaleo.com-Pembagian paket logistik sembako bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten tojo una-una (Touna) berujung ricuh, warga mengamuk dan terlibat adu mulut dengan petugas Kelurahan lantaran menilai proses pembagian sembako tidak adil.
Usai pembagian sembako secara simbolis oleh Bupati Touna
terjadi aksi protes dari beberap warga kericuhan ini tak terhindarkan .
Seorang warga bernama Riri merasa pembagian paket sembako
tidak tepat sasaran. mereka menduga penyaluran bantuan hanya berdasarkan
kedekatan antara pihak Kelurahan saja.
Menurutnya dia dan beberapa warga yang benar-benar rumahnya terdampak genangnan banjir namun tidak mendapat bantuan sembako tersebut.
Sementara itu, Lurah Dondo barat Hadijah mengungkapkan, pembagian bantuan ini untuk 829 warga yang sudah terdata pasca banjir yang terjadi bulan Agustus lalu .
“ mereka ini orang yang sesuai data benar-benar membutuhkan
dan layak menerima bantuan sesuai pendataan oleh pihak,.” Kata Hadija
“hanya saja,kata hadijah , ada beberapa kepala keluarga
saat dilakukan pendataan dirumahnya yang
bersanbgkutan tidak berada ditempat” sambungnya .
Meski demikian , warga yang belum terdata tetap diakomodir
oleh pihak Kelurahan didata kembali dan layak diberi bantuan .
Kericuhan pembagian sembako ini membuat Aparat TNI dan Satpolk PP langsung turun ke lokasi kejadian. pembagian sembako ini pun terpaksa ditunda. aparat meminta warga untuk tetap tenang.
saat kericuhan terjadi sejumlah apparat dan satpol pp berjaga-jaga, distribusi bantuan dapat
kembali lancar.
pembagian sembako di
kantor Kelurahan Dondo barat usai kericuhan
kembali berjalan dengan lancar namun disekitar kelurtahan sejumlah
aparat msih terus berjaga jaga