Kabar Maleo - TIM Gabungan yang
Terdiri dari balai GAKKUM LHK WILAYAH Sulawesi, Pemda Tojo una-una, Balai TNKT, Polairud
Polres Touna,, TNI Angkatan Laut ,Perwira Penghubung Kodim 13/07 poso, Tim
Kejari, Dinas perikanan Provinsi,.dan Tim, KKP Provinsi Sulawesi tengah menggelar
Operasi di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean
Kepala
Balai TNKT Kabupaten Tojo Una Una Dodi Kurniawan mengatakan operasi SDA ini
dilakukan dalam rangka memberikan sosialisai dan edukasi kepada masyarakat agar
tidak ikut terlibat dalam pelanggaran di Kawasan Taman Nasional Kepulauan
Togean .
“ Tujuan dari operasi gabungan ini adalah untuk memberikan
perlindungan dan kelestarian Kawasan
TNKT dari Penangkapan Ikan menggunakan bahan peledak serta obat bius khususnya
masyarakat disekitar Kawasan “ terang Dodi
Dalam sejumlah pertemuan Tim Gabungan menghimbau
masyarakat untuk tidak merusak Hutan. Selin itu , masyarakat di perairan
Kepulauan diminta untuk tidak melakukan Bom ikan dengan bahan peledak dan
kompresor
“ operasi Bersama tim Gabungan selama dua hari ini mendapat
Dukungan dari Dirjen KSDAE dan Dirjen KLHK
.dan Tim Gabungan ini merupakan rangkaian operasi Sumber Daya Alam di Kawasan
Taman Nasional Kepulauan Togean “ Terang
dodi Kurniawan
“ Dimana sejak bulan September lalu Hingga bulan oktober penegak hokum telah menindak dua pelaku pemgeboman ikan di kawasan TNKT “
tambahnya
Selama dua Hari Tim Gabungan menyisir perairan kepualaun dan mendatangi warga di Beberapa
desa yaitu Kulingkinari Kecamatan Batudaka
Desa Wakai kecamatan Una Una, Desa Milok Kecamatan Walea Kepulauan, Sesa
Kabalutan Kecamatan Talaktako.
Pertemuan Bersama warga desa dilakukan agar masyarakat
diharapkan dapat menghentikan tindakan penggunaan bahan peledak serta bahan
kimia dalam penangkapan ikan karena sangat merugikan.
Sementara itu dari Pihak Kejari Tojo Una Una dalam sejumlah pertemuan menyampaikan kepada masyarakat para nelayan bahwa penggunaan kompresor ban
sebagai alat bantu pernafasan di anggap sebagai salah satu indikasi kejahatan
oleh nelayan, karena di gunakan sebagai alat bantu dalam aktifitas ilegal
fishing seperti pengunaan Bom dan Bius .
Dari keterangan beberapa masyarakat dan kepala Desa
bahwa pelaku pembomam ikan di kawasan
Taman Nasional Kepulauan Togean adalah pelaku pelaku dari Luar Kabupaten Tojo
Una Una.
Sementara itu ,Berdasarkan data Balai TNKT Kabupaten Tojo
Una una Kasus pembomam ikan di perairan kawasan taman Nasional Kepulauan Togean
hingga saat ini mulai berkurang namun saja operasi seperti ini akan terus
dilakukan
“ Namun demikian kegiatan seperti ini tidak akan berhenti
sampai disini kita akan terus melakukan pencegahan ,sosialiasai dan patroli dalam rangka mengurangi atau menurunkan
tingkat gangguan kelestarian TNKT , baik dari kegiatan illegal fishing, Ilegal Loging , Selain itu mensosialisasikan
kepada masyarakat arti penting Kawasan TNKT bagi masyarakat dan diharapkan
dapat menjadi momentum untuk semua pihak agar dapat menjaga dan melestarikan
TNKT “ tandas Dodi
Sementara itu dari pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una Una
melalui Alfian Matajeng Asisten 1 Bidang Pemerintahan mengatakan dalam sejumlah pertemuan menyampaikan dan mengajak kepada Masyarakat di
kepulauan utuk mendukung penyelamatan Konservasi di Kawasan Taman Nasional Kepaulauan
Togean
“ pengeboman ikan menggunakan bahan Peledak dapat menghancuran substruktur terumbu karang. Meskipun tanpa adanya Balai TNKT di Kepaulauan tetap saja pelaku Pengeboman ikan baik Ilegal fishing m Ilegal Loging semua akan di proses Hukum “ kata Alfian Singkat
Dengan
luasnya wilayah laut di Kpulauyan Togean , memang terdapat keterbatasan
Pemerintah untuk mengawasi kegiatan destructive fishing.
Untuk itu, peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama
memerangi pelaku destructive fishing.