Space Iklan
![]() |
Kabar Maleo - Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Ratolindo bersama Komite Sekolah mengaku sangat keberatan , menanggapi adanya status dimedia sosial Facebook yang diduga bermuatan pencemaran nama baik sekolah tersebut
Hal tersebut disampaikan Kepsek SDN 1 Ratolindo Mufida Latinapa kepada sejumlah Media usai menggelar pertemuan dengan orang tua siswa Sabtu (25/05/2024).
Dalam Konferensi pers, selaku Kepala Sekolah Mufida Latinapa dan Pihak guru SDN 1 Ratolindo mengaku sangat keberatan dengan isi status Facebook yang di unggah oleh Akun Bernama Ewhyn pada tiga hari yang lalu.
Dimana status tersebut menuliskan kalimat panjang
" Pak kadis dikpora Mohamad Fadli mohon tanggapannya berdasarkan List daftar harga pakaian sekolah SDN 1 RATOLINDO ini yang menurut saya sangat tdk wajar dan justru sangat membebani calon orang tua murid dan hal ini sudah banyak dikeluhkan calon orang tua murid. ARTINYA ORANG MISKIN DILARANG BERSEKOLAH DI SDN 1 RATOLINDO
lbu guru, PENDIDIKAN JANGAN JADIKAN LAHAN BISNIS Karna peraturan menteri pendidikan sudah jelas bahwa seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua bukan sekolah. " tulis Ewhyn pada akun Facebook tiga hari yang lalu
" Saya sebagai kepala sekolah Disni merasa keberatan , Pasalnya, status yang tersebar di media sosial Facebook tersebut menayangkan pengakuan sepihak oleh akun bernama Ewhyn soal harga pakaian seragam sekolah siswa Baru yang membebani orang tua " Terang Kepsek SDN 1 Ratolindo.
" Sebelum penerimaan siswa baru kita rapat dulu dengan bapak Ibu guru disekolah ini , dirapat itu dibentuk panitia penerimaan yang disertai dengan SK " ucap Mufida .
" Jadi dari hasil kesepakatan rapat itu ada rincian kesepakatan bersama dari pihak sekolah, dan sebelumnya dilakukan survey dilapangan berapa kenaikan harga dari Para Penjahit Pakaian " sambungnya.
Dia jelaskan, Setelah melakukan survey harga dilapangan, maka dituangkan dalam kesepakatan harga bersama Ibu para Guru dan setelah itu penerimaan siswa baru .
" Penerimaan siswa baru dua hari sudah mencukupi Kuota tiga kelas penerimaan kami tutup " tambahnya
Menurutnya , usai pendaftaran selama dua hari pengumuman penerimaan itu dilakukan tanggal 25 mei 2024 dan itu artinya belum ada transaksi pembelian seragam apapun
Kepsek menyayangkan kenapa sudah ada rincian harga yang beredar namun belum ada rapat dengan pihak orang tua siswa
Bahkan usai melihat status Facebook bertuliskan orang Miskin dilarang bersekolah di SDN Ratolindo, kepsek SDN 1 mengaku telah Menghubungi pihak Polres Touna untuk melaporkan akun tersebut agar di lakukan penyelidikan dan mediasi atas status Facebook tersebut.
Mufida menjelaskan bahwa untuk seragam sekolah, baju olahraga, baju seragam Kotak kotak semuanya diakomodir oleh koperasi Melati sekolah dan itu sudah disetujui orang tua dalam pertemuan dengar pendapat pada hari Sabtu yang dihadiri sebanyak 73 orang tua siswa dan tertuang dalam berita acara.
" Kalau untuk seragam baju merah putih kami tidak siapkan di koperasi , karena baju merah putih itu banyak dipasaran , dan itu bebas orang tua membeli ' terangnya
" Dan disini kami siapkan melalui Koperasi sekolah adalah baju kotak kotak karena tidak ada dipasaran dan baju olah raga di Makassar dan baju Pramuka yang mengacu pada edaran Kwartir Nasional " sambungnya
Menurutnya , Koperasi di siapkan disekolah adalah untuk mempermudah orang tua membeli pakaian seragam sekolah apalagi saat ini ongkos jahit dan bahan pakaian terjadi kenaikan harga.
Terkait adanya informasi dugaan pungli dari informasi yang beredar dari penjualan seragam sekolah , kepsek meminta harus ada memperlihatkan bukti Transaksi.
" Coba mana perlihatkan bukti transaksi kalau ada diduga pungli kepala sekolah penjualan seragam sekolah " tegas Mufida
Untuk mengembalikan Nama baik sekolah SDN 1 Ratolindo , kepsek , para Guru serta Komite sekolah meminta polres Touna segera melakukan penyelidikan Akun Facebook Bernama Ewhyn untuk melakukan permohonan Maaf secara Audio Visual di Mapolres Touna.
" Kami sudah dengar hal ini akan dilakukan Hearing Rapat Dengar pendapat di DPRD Touna , dan kalau toh ada Hearing Kami bersama Para Guru Gutu serta Komite sekolah Siap Hadir ke kantor DPRD " tutupnya